468x60 Ads

Sejarah Negara Chad

Republik Chad (Arab: تشاد , Tašād; Perancis: Tchad) adalah sebuah negara di Afrika Tengah yang terkurung daratan. Chad berbatasan dengan Libya di sebelah utara; Republik Afrika Tengah di selatan; Niger di barat; Sudan di timur; dan Nigeria serta Kamerun di barat daya. Disebabkan oleh jaraknya dan kebanyakan kawasannya yang beriklim gurun, negara berkenaan dirujuk sebagai 'jantung mati Afrika.' Di utara, ia meliputi Pegunungan Tibesti, pegunungan paling besar di gurun Sahara. Chad merupakan sebagian daripada bekas Persekutuan Afrika Perancis Khatulistiwa.
Sebagai negara bekas jajahan Perancis yang terbesar, Chad termasuk negara miskin. Lebih dari 75% penduduknya berada dalam keadaan melarat. Pada 2000-an, keadaan sudah relatif membaik karena pendapatan per kapitanya sudah melebihi US$1.000.

Jumhuriyat Tashad
République du Tchad
جمهورية تشاد
Bendera
MottoUnité, Travail, Progrès
(Perancis: "Persatuan, Karya, Kemajuan")
Lagu kebangsaanLa Tchadienne
Ibu kota
(dan kota terbesar)
N'Djamena
Bahasa resmi Perancis, Arab
Pemerintahan Republik
 -  Presiden Idriss Déby
 -  Perdana Menteri Emmanuel Nadingar
Kemerdekaan
 -   - Dari Perancis
11 Agustus 1960 
Luas
 -  Total 1,284,000 km2 (20)
 -  Air (%) 1,9%
Penduduk
 -  Perkiraan 2006 8.750.000 (82)
 -  Sensus 2003 9.253.493 
 -  Kepadatan 7/km2 (180)
PDB (KKB) Perkiraan 2005
 -  Total US$12,83 miliar (128)
 -  Per kapita US$1.555 (160)
Mata uang Franc CFA (XAF)
Zona waktu (UTC+1)
 -  Musim panas (DST)  (UTC+1)
Ranah Internet .td
Kode telepon 235

Sejarah

Daerah yang kini bernama Chad pernah dihuni oleh sebuah kelompok yang secara politis merupakan suku-suku yang tidak berhubungan. Tengkorak-tengkorak manusia dan lukisan-lukisan gua dari masa kuno telah ditemukan di sana. Secara bertahap kerajaan-kerajaan setempat yang lemah berkembang; kemudian semuanya disusul oleh Kekaisaran Kanem-Bornu yang lebih besar dan berkuasa. Kemudian, kedatangan orang-orang asing datang memberi banyak pengaruh di Chad. Di awal Abad Pertengahan, Chad menjadi jalur persilangan para pedagang Muslim dan suku-suku asli. Pada 1900, setelah Pertempuran Kousséri, Chad menjadi bagian sistem kolonial Perancis.
Dalam PD II, Chad adalah koloni pertama Perancis yang bergabung dengan Perancis Bebas dan Sekutu, di bawah kepemimpinan gubernurnya Félix Éboué. Pada 1960, Chad menjadi negara merdeka, dengan François Tombalbaye sebagai presiden pertama.
Sejarah pascakemerdekaan Chad ditandai dengan ketakstabilan dan kekerasan dari ketegangan antara bagian utara yang sebagian besar Arab Muslim dan bagian selatan yang sebagian besar orang Kristen dan animis.
Pada 1965, ketakpuasan kaum Muslim dengan Presiden Tombalbaye - orang Kristen dari selatan - menyebabkan perang gerilya. Ditambah dengan kemarau parah, meruntuhkan kekuasaannya dan pada 1975, Presiden Tombalbaye terbunuh dalam sebuah kup yang dipimpin oleh Noël Milarew Odingar, yang segera digantikan oleh orang selatan lainnya, jenderal Félix Malloum. Malloum juga gagal mengakhiri perang, meskipun ia merangkap jabatan sebagai PM pada 1978 dari pemimpin pemberontak Hissène Habré, kepala Angkatan Bersenjata Utara (FAN), dan pada 1979 digantikan oleh orang utara yang didukung Libya, Goukouni Oueddei, saat negeri itu memasuki masa anarki Perang Saudara Chad.
Pada tingkat ini Perancis dan Libya ikut campur tangan secara berulang untuk mendukung satu sisi terhadap lainnya. Habre pada 1982 menaklukkan ibukota mengusir Presiden Oueddei, dan mendapatkan kendali menyeluruh atas negeri ini. Masa pemerintahan 8 tahunnya menimbulkan banyaknya huru-hara politik, sehingga berbagai organisasi HAM mendakwanya telah memerintahkan hukuman mati atas lawan-lawan politik dan anggota suku yang dianggap sebagai musuh rezimnya.
Libya menyerang Chad pada 1980, untuk membuat Oueddei tetap menjabat dan melanjutkan kebijakan ekspansionis untuk menyatukan Libya dan Chad secara politik. Sebelumnya, orang Libya telah menduduki jalur sempit di daerah yang dikenal sebagai Jalur Aouzou pada 1972-73.
Perancis dan AS menanggapinya dengan membantu Habré untuk mencoba memuat ambisi kawasan Libya di bawah Muammar al-Qaddafi. Perang saudara meluas. Pada Desember 1980 Libya menduduki semua bagian Chad utara, namun Habré mengalahkan pasukan Libya dan mengusirnya pada November 1981. Pada 1983, pasukan Qaddafi menaklukkan semua bagian negeri ini di utara Koro Toro. AS menggunakan basis-basis gelap di Chad untuk melatih para prajurit Libya yang tertangkap, yang dicoba diorganisasi ke dalam angkatan anti-Qaddafi. Bantuan Habré dari AS dan Perancis membantunya memenangkan perang terhadap Libya. Pendudukan Libya di utara Koro Toro berakhir saat Habré mengalahkan Qaddafi pada 1987.
Meski menang, pemerintahan Habré lemah dan nampaknya tak disukai sebagian besar orang Chad. Ia dijatuhkan oleh pemimpin pemberontak yang didukung Libya Idriss Déby pada 1 Desember 1990. Habré pergi ke pengasingan di Senegal. Déby mengangkat diri sebagai diktator. Segera setelah itu sebuah konstitusi ditulis. Dukungan rakyat buat Déby rupanya ditunjukkan dalam sebuah pemilu pada Mei 2001, di mana ia mengalahkan 6 calon lainnya dengan 67,3% suara. PemilU itu digambarkan "agak adil", meski ada tercatat beberapa ketakteraturan.
Pada 1998, sebuah perlawasan bersenjata terjadi di utara, dipimpin oleh manran ketua pertahanan Presiden Déby, Youssouf Togoimi. Sebuah perjanjian perdamaian yang diperantarai Libya pada 2002 gagal mengakhiri perang itu.
Pada 2003 dan 2004, kerusuhan di kawasan Darfur, Sudan terciprat ke perbatasan, bersama dengan sekian ribu pengungsi.
Pada 23 Desember 2005, Chad mengumumkan berada dalam "keadaan perang" dengan Sudan.[1] Organisasi Konferensi Islam (OKI) telah mendesak Sudan dan Chad mengendalikan diri untuk mengurangi ketegangan antara kedua negeri yang bertetangga itu.[2]
Pada 8 Februari 2006, Chad dan Sudan menandatangani Persetujuan Tripoli, mengakhiri konflik Chad-Sudan. Persetujuan ini melarang kedua negara memulai gerakan media satu sama lain, dan juga campur angan urusan dalam negeri lainnya. [3]
Pada 13 April 2006 para pemberontak menyerang ibukota, mencoba menjatuhkan Presiden Idriss Deby. Angkatan pemerintah mengalahkan mereka dalam Pertempuran N'Djamena. Chad kemudian menuduh Sudan mendukung dan melatih para pmberontak itu, dan memperparah hubungan diplomatik antarkedua negara.

Politik

Cabang eksekutif yang kuat yang dipegang oleh Presiden Idriss Deby dari Gerakan Pembebasan Patriotik mendominasi sistem politik Chad. Déby dipilih secara konstitusional pada 1996 dan 2001, meski pengamat internasional mencatat ketakteraturan dalam proses pemilihan. Presiden Chad terbatas dalam 2 masa jabatan hingga Déby memiliki syarat konstitusional yang dihapus pada 2005. Presiden dipilih oleh hak pilih universal bagi mereka yang berusia 18. Presiden berkuasa mengangkat PM dan Dewan Negara (atau kabinet), dan melaksanakan pengaruh atas pengangkatan hakim, jenderal, pejabat provinsi. Cabang legislatif Chad terdiri atas Majelis Nasional unikameral. Cabang yudikatifnya terdiri atas MA, Dewan Banding, pengadilan kejahatan, dan pengadilan hakim.

Pembahagian administrasi

Sejak 2002, Chad telah dibagi atas 18 kawasan, di mana ia dibagi lagi atas 52 departemen dan dibagi lagi atas 348 kotamadya. Walau bagaimanapun, pelaksanaan rencana baru ini pada peringkat dasar secara perlahan. Kawasan-kawasan itu biasanya hanya berurusan pada 14 prefektur yang ada hingga 1999.
Kawasan-kawasan yang ada di sana:
Departemen: lihat Departemen di Chad

Geografi

Libya mengklaim dan menduduki Jalur Aozou (biru) antara 1976-1987
Peta Chad
Chad adalah negara pedalaman di Afrika tengah utara seukuran 1.284.000 kilometer persegi (496.000 mil persegi) di selatan Libya. Chad memiliki perbatasan sepanjang 5.968 kilometer (3.708 mil) dengan Kamerun, Republik Afrika Tengah, Libya, Niger, Nigeria, dan Sudan. Chad memiliki 4 zona iklim: dataran kering yang luas di tengah, gurun di utara, pegunungan yang kering di barat laut, dan dataran rendah tropis di selatan. Hanya 3% tanah Chad baik ditanami dan tidak ada yang memiliki panen tetap. Bencana alam di Chad termasuk angin harmattan yang panas, kering, dan berdebu yang terjadi di utara, kemarau periodik, dan wabah uir-uir. Danau Chad, yang terletak di Chad dan Kamerun, pernah menjadi danau terbesar ke-2 di Afrika namun telah banyak susut selama beberapa dasawarsa terakhir dan kini menurun menjadi kurang dari 10% dari ukuran sebelumnya.

Topografi

Topografi Chad didominasi oleh Lembah Sungai Chad yang rendah (dengan ketinggian sekitar 250 m / 820 kaki), yang secara bertahap menaik ke pegunungan dataran tinggi di utara, timur, dan selatan. Di timur pegunungan mencapai ketinggian lebih dari 900 meter (3.000 kaki) di dataran tinggi Ennedi dan Ouaddaï. Ketinggian tertinggi dicapai di Pegunungan Tibesti di utara, dengan ketinggian maksimum 3.415 m (11.204 kaki) di Emi Koussi. Separuh utara negeri ini terletak di Sahara. Satu-satunya sungai yang penting, Sungai Logone dan Chari (Shari), terletak di barat daya dan mengalir ke Danau Chad. Danau itu berukuran 2 kali lipat selama musim hujan.

Ekonomi

Ekonomi pertanian Chad didorong oleh pembangunan ladang minyak dan jalur pipa sejak 2000. Lebih dari 80% penduduk Chad menjalankan pertanian subsisten dan pembiakan ternak untuk mata pencahariannya. Kapas, dan, dalam ukuran yang tak terlalu jauh, ternak dan getah arab, yang sampai kini tetap menyediakan sebagian besar penerimaan ekspor Chad, namun Chad mulai mengekspor minyak pada 2003 dari 3 ladang minyak dekat Doba. Diperkirakan penerimaan dari minyak menambah PDB per kapita Chad menjadi 40% pada 2004, dan mungkin mengganda pada 2005.
Ekonomi Chad telah lama lumpuh karena letaknya yang di pedalaman, komunikasi dalam negeri yang kurang, biaya energi yang tinggi, jarangnya sumber daya air dan sejarah ketaktabilan. Hingga kini, Chad bergantung pada bantuan dan modal asing bagi sebagian besar proyek investasi sektor pemerintah dan swasta namun penerimaan minyak akan mengubah keuangan pemerintah.
Sebuah konsorsium, dipimpin oleh ExxonMobil (AS), dan keikutsertaan Chevron (AS) dan Petronas (Malaysia), menginvestasikan $3,7 milyar untuk mengembangkan cadangan minyak yang diperkirakan 1 milyar barel (0,2 km³) di Chad selatan, dan Chad menjadi negara produsen minyak pada 2003, dengan penyelesaian jalur pipa (sebagian dibiayai Bank Dunia) yang menghubungkan ladang minyaknya yang ada di selatan ke terminal di pesisir Atlantik melalui Kamerun. Chad berharap menghindari limbah dan korupsi yang dialami beberapa negara produsen minyak Afrika lainnya; karena keadaan pertolongannya, Bank Dunia telah mendesak hukum baru yang meminta 80% penerimaan minyak akan dihabiskan dalam proyek pembangunan. Namun, pada Januari 2006 Bank Dunia menghentikan program pinjamannya pada Chad, atas keputusan Chad "melunakkan" hukum yang memerintahkan pengeluaran uang dari minyak. Tanggapan Chad adalah Bank Dunia menggunakan Chad sebagai sasaran uji untuk gaya manajemen yang berbeda.
Bila stabilitas ekonomi Chad terpelihara, harapan ekonomi Chad kini lebih baik daripada sebelumnya. Diketahui bahwa cadangan minyak masih ada di negeri ini, di samping ladang minyak yang sudah dieksploitasi.

Demografi

Terdapat lebih dari 200 kelompok etnis di Chad. Umumnya mereka yang tinggal di utara dan timur adalah Muslim; lebih ke selatan orang Kristen atau animis, meski pembagian utara/selatan seperti itu memberi keterangan atas hubungan bernuansa suku dan keagamaan yang kompleks di Chad. Melalui hubungan keagamaan dan perdagangannya yang panjang dengan Sudan dan Mesir, banyak orang di kawasan timur dan tengah Chad telah terarabkan, menuturkan Bahasa Arab Chad (lihat bawah; meski secara tipe bukit bahasa sastra Arab) dan mempraktekkan banyak praktek kebudayaan Arab lainnya juga. Lebih dari tiga perempat penduduk Chad tinggal di pinggiran kota.

Budaya

Chad adalah sebuah negara yang secara budaya beragam. Di antara perwujudanya adalah banyaknya bahasa yang diucapkan di sana. Meski bahasa resmi di Chad hanya bahasa Arab dan Perancis, ada lebih dari 100 bahasa suku yang diucapkan dan sebuah logat bahasa Arab yang dikenal sebagai bahasa Arab Chad adalah hal tererat di negeri ini sebagai bahasa dagang nasional, yang merupakan campuran bahasa Arab "sastrawi", Perancis, dan logat lain, yang berbeda dari bahasa resmi negeri ini, Arab sastrawi, dan saat penutur Arab sastrawi bisa memahami bahasa Arab Chad, kebalikannya salah. Sekolah pemerintahan mengajarkan bahasa resmi, dengan Perancis yang secara khas bahasa instruksi. Sedikit orang Chad selain elit terdidik/pelancong bercakap bahasa Arab sastrawi.
Kelompok etnis terbesar di Chad, orang Sara yang Kristen/animis yang tinggal di selatan negeri ini, hanya menyusun 20% penduduk. Di Chad tengah, orang biasa hidup berpindah dan menggembala. Penduduk di pegunungan utara amat jarang dan biasanya Muslim dari berbagai latar belakang. Tiap masyarakat di Chad (lebih kecil daripada kelompok yang digambarkan di atas) telah mengembangkan agama, musik, dan cerita rakyatnya sendiri.
Gereja Kristen terbesar adalah Gereja Katolik Roma, Assemblees Chretiennes du Tchad, Eglise Baptiste du Tchad dan Eglises Evangeliques au Tchad.
Lihat juga: Musik Chad, Daftar penulis dari Afrika menurut negara, bahasa Day

Topik serbaneka

0 komentar:

Poskan Komentar