468x60 Ads

Kewarganegaraan Chili

Chili, kadang-kadang dieja sebagai Chile, Cili, atau Cile, adalah sebuah negara berdaulat di Benua Amerika, terletak di bagian tenggara Amerika Selatan. Nama resmi negara ini adalah Republik Chili (bahasa Spanyol: República de Chile), dengan ibu kota dan pusat pemerintahan di Kota Santiago.[4][n 1]
Chili biasanya dikelompokkan ke dalam tiga zona.[5] Yang pertama, disebut Chili benua, atau daratan utama Chili, terdiri dari pita kurus di pantai barat Kerucut Selatan, yang sebagian besarnya membujur dari pesisir tenggara Samudera Pasifik sampai Andes, di antara 17º29'57" LS dan 56º32' LS, sepanjang 4.270 km.[6] Mencapai lebar maksimum 445 km pada 52º21' LS, sampai Selat Magelhaens, lebar minimum 90 km pada 31º37' LS, di antara Punta Amolanas dan Paso de la Casa de Piedra, dengan lebar rerata 175 km.[5] Chili berbatasan di darat dengan Peru di utara, Bolivia dan Argentina di timur, seluruhnya sepanjang 6.339 km,[7] dan di selatan dengan Selat Drake. Bersama-sama dengan Ekuador, Chili merupakan negara di Amerika Selatan yang tidak berbatasan dengan Brasil. Yang kedua, disebut Chili insular (Chili kepulauan), merujuk kepada sekumpulan pulau-pulau vulkanik di Samudera Pasifik bagian selatan: Kepulauan Juan Fernández dan Kepulauan Desventuradas yang merupakan bagian dari Amerika Selatan, Isla Salas y Gómez dan Pulau Paskah, yang secara geografis terletak di Polinesia. Yang ketiga, Teritorial Antarktika Chili,[8] yakni sebuah zona seluas 1.250.257,6 km² di Antarktika di antara 53°BB dan 90°BB yang didaku Chili sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya, perbatasannya di selatan dengan Kutub Selatan. Pendakuan ini ditangguhkan sesuai dengan Sistem Traktat Antarktika,[9] di mana Chili adalah salah satu pesertanya, padahal ketidakturutsertaan dalam sistem traktat ini akan mengharuskan Chili melepaskan pendakuannya. Karena letaknya di Benua Amerika, Oseania, dan Antarktika; Chili menyatakan dirinya sebagai negara tribenua.[5][10][11]
Selain itu, Chili juga memegang hak-hak eksklusif, pendakuan dengan berbagai macam derajat dan kedaulatan atas wilayah maritim, yang disebut Laut Chili.[12] Wilayah maritim ini terdiri dari empat bagian: laut teritorial (120.827 km²), zona bersebelahan (131.669 km²), zona ekonomi eksklusif (3.681.989 km²),[13] dan landas kontinen yang bersesuaian (145.194 km²),[13] yang juga menjadi bagian dari wilayah Chili.[14] Chili memiliki garis pantai sepanjang 6.435 km,[15] sedangkan garis pantai Pasifik-nya adalah sepanjang 78.563,2 kilometer.[16]
Iklim di Chili bervariasi, mulai dari gurun paling kering di dunia – Gurun Atacama – di utara, melewati Iklim Mediterania di tengah, hingga iklim sedang berhujan di selatan.[17] Menurut luas daratannya, Chili termasuk kategori negara besar, menempati urutan ke-38 di dunia, besarnya kurang lebih sama dengan pulau Kalimantan. Gurun di utara mengandung kekayaan mineral yang melimpah, terutama tembaga. Wilayah tengah yang relatif sempit mendominasi peringkat di negara ini dalam hal jumlah penduduk dan sumber daya pertanian, dan merupakan pusat kebudayaan dan politik yang menjadi basis perluasan Chili pada penghujung abad ke-19, ketika ia menyerap wilayah utara dan selatan. Chili bagian selatan kaya akan hutan dan padang rumput, dan terdapat beberapa gunung berapi dan danau. Pesisir selatan merupakan labirin fyord, ceruk, kanal, semenanjung yang berliku, dan sistem kepulauan.[18]
Sebelum kedatangan bangsa Spanyol pada abad ke-16, Chili bagian utara berada di bawah kekuasaan Kerajaan Inka, sedangkan penduduk asli Mapuche mendiami Chili bagian tengah dan selatan. Chili mendeklarasikan kemerdekaannya dari Spanyol pada tanggal 12 Februari 1818. Dalam Perang di Pasifik (1879–1883), Chili mengalahkan Peru dan Bolivia dan memenangi teritorial utara. Suku Mapuche takluk sepenuhnya pada sebelum dasawarsa 1880-an.[19] Meskipun relatif terbebas dari perebutan kekuasaan dan sembarang pemerintah yang mengacaukan Amerika Selatan, Chili mengalami 17-tahun kediktatoran militer (1973–1990) di bawah Augusto Pinochet yang menjadi sebab bagi tewas atau hilangnya 3.000 manusia.[17]
Kini, Chili menjadi salah satu negara paling makmur dan paling stabil di Amerika Selatan[17] dan diakui sebagai kekuatan menengah di kawasan.[20] Chili memimpin bangsa-bangsa Amerika Latin dalam hal kedamaian, daya saing, kebebasan ekonomi, dan persepsi korupsi yang rendah.[21] Dengan jumlah penduduk yang melebihi 17 juta jiwa, Chili merupakan salah satu negara dengan peringkat-peringkat kualitas kehidupan,[22] pembangunan ekonomi,[23] indeks pembangunan manusia,[24] pendapatan per kapita,[25] dan indeks globalisasi[26] tertinggi di Amerika Latin. Chili juga secara regional menempati peringkat-peringkat tinggi dalam hal kebebasan pers dan pembangunan demokrasi. Namun, Chili memiliki ketidaksetaraan ekonomi yang tinggi, seperti yang telah diukur oleh Koefisien Gini.[27] Pada bulan Mei 2010 Chili menjadi negara pertama di Amerika Selatan yang menggabungi OECD.[28] Chili adalah anggota pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Negara Amerika Selatan.

Republik Chili
República de Chile
Bendera
MottoPor la razón o la fuerza
(bahasa Spanyol: "Dengan akal budi atau kekuatan")
Lagu kebangsaanHimno nacional de Chile
National Anthem of Chile.ogg
Ibu kota
(dan kota terbesar)
Santiago1
33°26′S 70°39′W
Bahasa resmi Spanyol (de facto)
Pemerintahan Negara kesatuan, republik, demokrasi presidensial
 -  Presiden Republik Sebastián Piñera
Kemerdekaan dari Spanyol 
 -  Pemerintah Junta Chili Pertama 18 September 1810 
 -  Dideklarasikan 12 Februari 1818 
 -  Diakui 25 April 1844 
 -  Konstitusi terkini 11 September 1980 
Luas
 -  Total 756,950 km2 (38)
 -  Air (%) 1,07%2
Penduduk
 -  Perkiraan 2010 17.094.270 (ke-60)
 -  Sensus 2002 15.116.435 
 -  Kepadatan 22/km2 (ke-194)
PDB (KKB) Perkiraan 2011
 -  Total $ 281.368 miliar[1] 
 -  Per kapita $ 16.172[1] 
PDB (nominal) Perkiraan 2011
 -  Total $ 243.049 miliar[1] 
 -  Per kapita $ 13.970[1] 
Gini (2006) 52.0[2] (tinggi
IPM (2011) 0,805[3] (sangat tinggi) (ke-44)
Mata uang Peso (CLP)
Zona waktu (UTC-4)
 -  Musim panas (DST) — (UTC-3)
Ranah Internet .cl
Kode telepon 56
1 Parlemen Chili berkedudukan di Valparaíso
2 Meliputi Pulau Paskah dan Isla Salas y Gómez; tidak meliputi pendakuan atas 1.250.000 km² teritorial di Antarctica
3 Daratan utama menggunakan UTC-4 (pada musim panas: UTC-3 ; Pulau Paskah menggunakan UTC-6 (pada musim panas: UTC-5).

Etimologi

Peta Chili karya Van Wytflyet, 1597.
Sebelum kedatangan bangsa Eropa ke Benua Amerika, pribumi setempat telah terbiasa menyebut daratan di selatan Gurun Atacama sebagai Chili.[29] Setelah digunakan oleh Jajahan Spanyol di Peru, para penakluk Spanyol meneruskan penggunaan sebutan ini, kadang-kadang sebagai "Lembah Chili", yang kemudian meluas ke seluruh negara ini pada masa kini.[30]
Meskipun tidak ada yang mengetahui toponimi "Chili" secara pasti, terdapat beberapa hipotesis tentangnya.[31][32][33] Sejarawan Agustín de Zárate dan Jerónimo de Vivar mengatakan bahwa nama ini berasal dari ungkapan Quechua, chire (chiri), yang berarti "dingin",[34][35][36] atau tchili yang berarti "salju".[34][37] Menurut penulis sejarah, Antonio de Herrera y Tordesillas dan Vicente Carvallo y Goyeneche, kata tersebut diturunkan dari Chille, nama kuno sebuah sungai di Lembah Akonkagua.[38][39] Senada dengan Herrera dan Carvallo, seorang antropolog, Ricardo E. Latcham, meyakini kata tersebut adalah milik sebuah kelompok Suku Indian yang berasal dari suatu wilayah yang di dalamnya terdapat sebuah sungai yang bernama chili, kata tersebut dibawa ke Chili oleh Suku Inka.[32] Menurut Diego de Rosales, penulis sejarah dari abad ke-17, kata tersebut diperkenalkan oleh Inka dari Peru yang menyebut lembah Akonkagua sebagai "Chili", yakni bentuk cacat dari nama kepala suku ("cacique") Picunche yang disebut Tili, yang menguasai kawasan tersebut ketika penaklukan oleh Sapa Inka pada abad ke-15, sebelum kedatangan bangsa Spanyol.[40][41][42][43] Menurut yesuit Miguel de Olivares dan Juan Ignacio Molina, asal mula kata chili berasal dari onomatope bahasa Mapuche[44] yang menirukan kicauan burung trile (Agelasticus thilius), cheele-cheele, kata ini digunakan untuk menyebut burung yang bernoktah kuning pada sayapnya.[45][46][47][48] Sejarawan Miguel Luis Amunátegui mengatakan bahwa kata tersebut berasal dari bahasa Aymara, chilli, yang bermakna "ujung daratan" atau "tempat berujungnya segala tanah."[45][49][50]
Teori lainnya menekankan pada kesamaan lembah Akonkagua dengan Lembah Casma di Peru, yang di daerah tersebut pernah terdapat sebuah kota kecil dan lembah yang bernama Chili.[42] Teori-teori lainnya mengatakan bahwa Chili memperoleh namanya dari sebuah kata Indian Amerika yang berarti "akhir dunia" atau "burung camar;"[51] atau "titik terdalam Bumi."[52] Para conquistador Spanyol mendengar nama ini dari orang Inka, dan sedikit yang selamat dari rombongan penjelajah Spanyol pertama ke selatan di bawah komando Diego de Almagro dari Peru pada tahun 1535–1536 menyebut pribadi-pribadi mereka sebagai "orang-orang dari Chilli."[45] Almagro dihargai atas upayanya menguniversalkan penggunaan nama Chile, setelah menamai lembah Mapocho dengan nama sedemikian.[42]
Di bawah kekuasaan Direktur Agung Ramón Freire, sebuah dekret secara resmi menyatakan digunakannya nama "Chili" bagi negara ini pada tanggal 30 Juli 1824.[53]

Sejarah

Sebelum datangnya bangsa Spanyol

Suku Mapuche adalah penduduk asli Chili bagian selatan dan tengah.
Beberapa kajian telah menyatakan bahwa peninggalan-peninggalan arkeologis daratan utama Chili di Monte Verde,[54] Region Los Lagos berasal dari kira-kira 14800 Masehi,[55] atau pada penghujung zaman Paleolitikum Akhir, menjadikannya permukiman manusia yang pertama diketahui di Benua Amerika.[56] Pada gilirannya, penelitian lain menyimpulkan bahwa sebuah tambang besi oksida di Taltal, Region Antofagasta, merupakan tambang tertua di benua ini.[57][58] Periode ini juga menghasilkan kebudayaan Chinchorro, yang bertumbuh kembang di utara-jauh negara ini, kira-kira pada tahun 5000 sampai 1700 SM,[59] kebudayaan ini menghasilkan teknik pemulasaraan mumi buatan pertama di dunia.[60]
Populasi Chili sebelum datangnya Orang Spanyol bertambah dari hanya beberapa ribu jiwa pada zaman Paleo-Indian, atau kira-kira milenium ke-7 SM, menjadi sebanyak 1.200.000 pada abad ke-16 M.[61] Pada saat itu, negara ini didiami oleh beraneka ragam kebudayaan aborigin yang terletak di sepanjang pita membujur, bahkan di seberang Andes dan wilayah Argentina, hingga mencapai Samudera Atlantik. Sejak abad ke-11 di utara negara ini, orang Aymara, orang Atacama dan diaguita lainnya merintis budidaya pertanian yang sangat terpengaruh oleh Kerajaan Inka dari akhir abad ke-15, mereka mendominasi bagian utara wilayah Chili modern hingga Sungai Maule. Pesisir utara dan tengah wilayah ini didiami oleh orang Chango. Di selatan Sungai Akonkagua terdapat berbagai macam komunitas semi-nomaden Mapuche, yakni kelompok etnik asli terbesar di negara ini. Di selatan kanal terdapat kelompok-kelompok asli yang berbeda-beda, seperti Orang Aonikenk, Caucahue, Chono, Kawesqar, Selknam, dan Yaghan. Di Pulau Paskah berkembang sebuah kebudayaan Polinesia tinggi dan misterius yang kini hampir punah.
Kira-kira 10.000 tahun lalu, orang Amerika asli berhijrah dan kemudian menetap di lembah-lembah subur dan kawasan pesisir yang kini disebut Chili. Contoh situs-situs permukiman yang paling dini adalah Monte Verde, Monumen Alam Cueva del Milodón, dan tuba lava Kawah Pali Aike. Orang Inka sempat memperluas imperium mereka hingga utara Chili, tetapi orang Mapuche (atau Orang Spanyol menyebutnya sebagai Orang Araukan) berhasil mencegah segala upaya Imperium Inka untuk menyerapnya, meskipun orang Mapuche tidak memiliki organisasi kenegaraan yang baik.[62] Mereka berjuang melawan Túpac Inca Yupanqui (yakni Sapa Inka ke-10) dan angkatan daratnya. Hasil dari konfrontasi tiga hari yang berdarah, atau dikenal sebagai Pertempuran Maule, adalah bahwa penaklukan Inka terhadap wilayah Chili berujung di Sungai Maule.[63]

Zaman pendudukan Spanyol

Pedro de Valdivia
Bernardo O'Higgins, Direktur Agung Chili
Pada tahun 1520, pada saat berusaha berlayar mengelilingi bumi, Fernando de Magelhaens menemukan sebuah selat di selatan yang kini dinamai menurut namanya, Selat Magelhaens. Orang Eropa berikutnya yang mencapai Chili adalah Diego de Almagro dan rombongannya, para penakluk dari Spanyol, yang berangkat dari Peru untuk mencari emas pada tahun 1535. Pada tahun 1535, para penakluk dari Spanyol berusaha merebut daratan "Lembah Chili" setelah menaklukkan Kerajaan Inka. Ekspedisi pertama, yang dipimpin oleh Diego de Almagro gagal. Pedro de Valdivia lagi-lagi mencoba menaklukkan daratan di selatan benua, di seberang Gurun Atacama. Orang Spanyol menjumpai berbagai macam kebudayaan yang mendukung mereka, terutama metode tebang-dan-bakar dalam bidang pertanian dan perburuan. Penaklukan Chili bermula pada tahun 1540 dan dilakukan oleh Pedro de Valdivia, salah seorang letnan yang menjadi bawahan Francisco Pizarro, yang mendirikan Kota Santiago pada tanggal 12 Februari 1541. Meskipun orang Spanyol tidak menemukan cadangan emas dan perak yang mereka cari, mereka mengenali potensi pertanian di lembah tengah Chili, dan Chili menjadi bagian dari Imperium Spanyol.[63]
Penaklukan wilayah ini dilakukan tahap demi tahap, dan Orang Eropa menderita kemunduran yang berulang-ulang di tangan penduduk setempat. Sebuah pemberontakan Mapuche besar-besaran yang dipimpin Lautaro pada tahun 1553 menyebabkan kematian Valdivia dan kehancuran permukiman penting koloni. Pemberontakan-pemberontakan besar lainnya terjadi pada tahun 1598 dan 1655. Setiap kali Mapuche dan kelompok orang asli lainnya memberontak, perbatasan koloni di selatan selalu bergeser ke utara. Konflik militer ini berlangsung lebih dari tiga abad, tetapi dalam babak-babak perdamaian yang berbeda melalui realisasi "parlemen", ketika Quilín pada tahun 1641 mendirikan perbatasan antara pemerintah kolonial dan suku-suku Indian di sepanjang Sungai Biobío, daerah ini dikenal sampai sekarang sebagai La Frontera. Penghapusan perbudakan oleh mahkota Spanyol pada tahun 1683 dilakukan atas dasar kesadaran bahwa tindakan pembudakan terhadap Orang Mapuche justru akan memperkuat perlawanan mereka, dan tidak mempermudah mereka untuk takluk. Meskipun demikian, pelarangan oleh pihak kerajaan masih menyisakan berbagai gangguan dari kolonialis.[64]
Dibatasi di utara oleh gurun, di selatan oleh Mapuche, di timur oleh Pegunungan Andes, dan di barat oleh samudera, Chili menjadi salah satu koloni homogen yang paling memusat di Amerika Spanyol. Karena posisinya yang terpisah jauh dari pusat-pusat imperium raya dan rute-rute perdagangan, dan juga terjadi konflik dengan Mapuche, Chili menjadi provinsi miskin yang dimiliki Viceroyalty Peru yang kaya, yang ekonominya hanya berfungsi untuk menyokong kebutuhan bahan mentah —seperti kulit, lemak, dan gandum— Viceroyalty dan sedikit teritorial Chili Spanyol. Berperan sebagai barisan garnisun terdepan, koloni ini menjadi penangkal perambahan oleh Orang Mapuche dan musuh-musuh Spanyol dari Eropa, khususnya Britania dan Belanda. Para bajak laut dan petualang Inggris mengancam koloni selain Mapuche tentunya, seperti yang ditunjukkan oleh serbuan yang dipimpin Francis Drake pada tahun 1578 di Valparaíso, pelabuhan utama koloni. Chili menuanrumahi salah satu angkatan darat terbesar di Benua Amerika, menjadikannya sebagai salah satu wilayah jajahan Spanyol yang paling termiliterkan, juga salah satu titik pengeluaran kas Peru terbesar.[45]
Sensus umum pertama diselenggarakan pada masa pemerintahan Agustín de Jáuregui antara tahun 1777 dan 1778; sensus ini melaporkan bahwa penduduk Chili berjumlah 259.646 jiwa: 73,5% keturunan Eropa; 7,9% mestizo; 8,6% Indian; dan 9,8% kulit gelap. Francisco Hurtado, Gubernur Provinsi Chiloé, menyelenggarakan sensus pada tahun 1784 dan mendapati 26.703 penduduk; yang 64,4% di antaranya berkulit cerah dan sisanya 33,5% berkulit gelap.
Keuskupan Concepción menyelenggarakan sensus di sebelah selatan Sungai Maule pada tahun 1812, tetapi tidak menyertakan penduduk asli atau penduduk Provinsi Chiloé. Populasi ditaksir sebanyak 210.567; dengan 86,1% di antaranya keturunan Spanyol atau Eropa lainnya, 10% Suku Indian, dan sisanya 3,7% adalah mestizo, kulit hitam, dan mulatto.[65]

Kemerdekaan

Perebutan kekuasaan tahta Spanyol oleh abang Napoleon Bonaparte, yakni Joseph Bonaparte pada tahun 1808 mempercepat kendali koloni menuju kemerdekaan dari Spanyol. Sebuah junta nasional, atas nama Fernando VII dari Spanyol – pewaris raja terguling – dibentuk pada tanggal 18 September 1810, ini menandai bermulanya periode yang dikenal sebagai Patria Vieja. Pemerintah Junta Chili memproklamasikan Chili sebagai republik otonom di dalam Monarki Spanyol (untuk mengenang kejadian ini, Chili merayakan Hari Nasional pada tanggal 18 September setiap tahun). Setelah peristiwa-peristiwa ini, sebuah pergerakan menuju kemerdekaan penuh, di bawah komando José Miguel Carrera (salah seorang patriot termasyhur) dan dua saudara laki-lakinya, Juan José dan Luis Carrera, segera memperoleh dukungan yang semakin meluas. Upaya-upaya Spanyol untuk memaksakan kembali sembarang kekuasaan pada periode yang disebut Reconquista (atau Penaklukan Kembali) telah memicu perjuangan yang berlarut-larut, termasuk di antaranya perlawanan dari Bernardo O'Higgins, yang menentang kepemimpinan Carrera. Pada tahun 1814 terjadilah Pertempuran Rancagua, di mana serdadu kerajaan berjaya menaklukkan kembali wilayah ini.
Perang Pasifik: Pertempuran Iquique pada tanggal 21 Mei 1879
Peperangan yang berselang-seling terus berlanjut sampai tahun 1817. Dengan dipenjaranya Carrera di Argentina, O'Higgins dan kelompok anti-Carrera José de San Martín, pahlawan Perang Kemerdekaan Argentina, memimpin sebuah angkatan darat yang menyeberangi Andes ke Chili dan mengalahkan pesetia kerajaan dalam Pertempuran Chacabuco pada tanggal 12 Februari 1817. Setahun berikutnya, atau tanggal 12 Februari 1818, Chili diproklamasikan sebagai republik yang merdeka. Bagaimanapun, pemberontakan politik telah membawa sedikit perubahan sosial, dan masyarakat Chili pada abad ke-19 memelihara intisari struktur sosial kolonial yang berjenjang, yang sangat dipengaruhi oleh politik keluarga dan Gereja Katolik Roma. Sebenarnya sebuah kepresidenan telah bangkit, tetapi para tuan tanah yang kaya raya masih terlalu kuat.[63]
O'Higgins memulakan suatu periode reformasi yang mengarah pada ketidakpuasan banyak kaum oligarki, yang menyebabkan turun tahta di Chili pada tahun 1823. Pada tahun yang sama, atas tuntutan konstitusi,[66] perbudakan secara resmi dihapuskan di Chili, negara pertama di Amerika Latin yang melakukannya.[67] Tujuh tahun berikutnya, sejumlah proses menuju kemerdekaan dilalui. Setelah beberapa upaya gagal dan kemenangan diraih oleh kaum konservatif dalam Revolusi 1829, dimulailah periode kestabilan dalam suatu bentuk negara yang disebut Republik Konservatif, yang penghormatan terbesarnya mengarah kepada seorang menteri yang bernama Diego Portales, yang meletakkan dasar-dasar negara pada abad ke-19, dengan Konstitusi 1833.
Chili lambat laun mulai mengembangkan pengaruhnya untuk menentukan perbatasan. Berdasarkan Traktat Tantauco, Kepulauan Chiloé menjadi bagian dari wilayah Chili sejak tahun 1826. Ekonomi Chili mulai mengalami ledakan setelah ditemukannya bijih perak di Chañarcillo dan perdagangan tumbuh dari pelabuhan Valparaiso, yang turut memicu sengketa kedaulatan maritim di Pasifik dengan Peru. Pembentukan Konfederasi Peru-Bolivia telah dilihat sebagai ancaman bagi kestabilan negara ini dan pernyataan dimulainya Perang Konfederasi pun diumumkan, masa peperangan ini diakhiri dengan kejayaan Chili dalam Pertempuran Yungay pada tahun 1839 dan pembubaran Konfederasi. Bersamaan dengan kejadian-kejadian ini, upaya-upaya telah dilakukan untuk memperkuat kedaulatan di selatan Chili, dengan mengintensifkan penetrasi Region Araucanía dan pendudukan Llanquihue oleh para imigran Jerman. Melalui pembangunan Fuerte Bulnes, Region Magallanes y la Antártica digabungkan ke dalam Chili pada tahun 1843, sedangkan Region Antofagasta yang pada saat itu milik Bolivia mulai diduduki.
Setelah 30 tahun pemerintahan konservatif, pada tahun 1861 dimulailah periode Partai Liberal yang dicirikan oleh kemakmuran ekonomi berbasis pertambangan sendawa di Region Antofagasta, yang memicu sengketa perbatasan dengan Bolivia, yang mendaku bahwa teritorial itu adalah milik mereka. Pada tahun 1865, Chili berperang melawan Spanyol, yang mengakui kemerdekaan Chili pada tanggal 24 April 1844.[68] Pada tanggal 31 Maret 1866, armada Spanyol di bawah komando Laksamana Casto Méndez Núñez, mengebom Kota Valparaiso selama tiga jam. Konflik ini resmi berakhir pada tahun 1883 dengan ditandatanganinya Traktat Perdamaian dan Persahabatan di antara kedua-dua negara.
Meskipun Chili dan Bolivia menandatangani traktat-traktat perbatasan pada tahun 1866 dan 1874, mereka gagal menyelesaikan sengketa mereka, dan pada tanggal 14 Februari 1879, Chili mendaratkan serdadunya di pelabuhan Antofagasta, memulakan aksi militer melawan Bolivia. Peru sebelumnya telah menandatangani pakta aliansi pertahanan dengan Bolivia, sehingga Chili menyatakan perang terhadap kedua-dua negara ini pada tanggal 5 April pada tahun yang sama, tanggal resmi dimulainya Perang di Pasifik, yang berakhir dengan ditandatanganinya Traktat Ancón dengan Peru dan Pakta Tregua dengan Bolivia pada tahun 1884. Setelah perang ini, Chili mendapatkan hak kendali atas Departemen Pesisir (bekas wilayah Bolivia) dan Provinsi Tarapacá, Arica, dan Tacna (bekas wilayah Peru), yang ditulis belakangan berlaku sampai tahun 1929, dan Chili juga berupaya menyelesaikan sebagian besar urusan perbatasannya dengan Argentina di Patagonia dan Puna de Atacama. Chili juga menerima hasil akhir Perang Arauco, yang juga disebut "Pasifikasi Araucania" pada tahun 1881, dan menjadikan Pulau Paskah sebagai wilayah barunya yang lain pada tahun 1888.[69]
Menjelang akhir abad ke-19, pemerintah di Santiago memperkokoh kedudukannya di selatan dengan menekan Mapuche pada masa Pendudukan Araucanía. Sebuah perjanjian yang menyatakan bahwa Argentina mengakui kedaulatan Chili atas Selat Magelhaens disetujui pada tahun 1881. Sebagai hasil dari Perang Pasifik dengan Peru dan Bolivia (1879–1883), Chili memperluas wilayahnya ke utara, yang berdampak pada menghilangnya sepertiga akses Bolivia lama ke Samudera Pasifik, dan memperoleh cadangan nitrat yang berharga, eksploitasi yang memandu Chili menuju era kemakmuran nasional.
Pada tahun 1891, konflik antara Presiden José Manuel Balmaceda dan Kongres memicu Perang Saudara di mana Kongres menang dan menerapkan sistem republik parlementer. Perang Saudara ini juga menjadi ajang unjuk kekuatan antara pihak-pihak yang menghendaki pembangunan industri setempat dan kepentingan-kepentingan kuat perbankan Chili, khususnya House of Edwards yang memiliki hubungan erat dengan para pemodal asing. Meskipun terjadi ledakan ekonomi, periode ini ditandai oleh ketidakstabilan politik dan awal gerakan proletar yang disebut "masalah sosial". Ini terjadi karena adanya "persebaran kemakmuran" yang tidak merata, di mana ia tidak dapat dipertahankan seiring waktu berjalan.

Abad ke-20

Ekonomi Chili secara parsial mengalami kemunduran menuju sistem yang melindungi kepentingan-kepentingan oligarki yang sedang berkuasa. Pada dasawarsa 1920-an, kaum buruh, kelompok-kelompok Marxis dengan dukungan rakyat kelas menengah yang luas mengalami kebangkitan.[63] Mereka mencapai syarat cukup untuk memilih presiden dari kalangan reformis, Arturo Alessandri, yang programnya dihambat oleh kongres yang kolot. Alessandri menjadi jembatan sementara antara pihak elite dan "rakyat jelata tersayang", demikianlah dia menyebut masyarakat kecil, yang semakin gelisah. Bagaimanapun, krisis semakin menjadi-jadi, Alessandri harus berhenti dan diikuti oleh dua kali pemberlakuan Konstitusi Chili 1925, yang menjadi dasar bagi Republik Presidensial.
Sebuah kudeta militer yang dipimpin oleh Jenderal Luis Altamirano pada tahun 1924 telah memulakan periode ketidakstabilan politik besar-besaran yang terus berlangsung hingga tahun 1932. Dari 10 pemerintah pada periode itu, yang paling bertahan lama adalah Jenderal Carlos Ibáñez del Campo, yang memegang kekuasaan secara singkat pada tahun 1925 tetapi kemudian memerintah lagi antara tahun 1927 dan 1931, yang sebenarnya bergaya kediktatoran, meski dalam hal kekerasan atau korupsi tidak sebanding dengan gaya kediktatoran militer yang sering menyusahkan bagian lain Amerika Latin.[70][71] Dalam waktu kurang dari tiga tahun, produk domestik bruto turun menjadi kurang dari setengahnya dan Chili dianggap oleh Liga Bangsa-Bangsa sebagai negara yang paling terpengaruhi krisis global.[72] Ibáñez mengundurkan diri pada tahun 1931 dan memperdalam ketidakstabilan politik setelah kudeta militer yang memunculkan Republik Sosialis Chili, yang berlangsung dua belas hari, sebelum Alessandri melanjutkan kekuasaan dan ekonomi kembali pulih, ia tidak mampu meredakan ketegangan antara partai-partai politik. Krisis politik dan era sosialisme merebak, tokoh-tokoh sosial baru menuntut perubahan negara menurut cara pikir mereka masing-masing. Dengan melepaskan kekuasaan kepada pengganti yang terpilih secara demokratis, Ibáñez del Campo memperoleh rasa hormat dari sebagian populasi yang cukup besar untuk tetap menjadi politisi yang layak selama lebih dari 30 tahun, meskipun ideologinya samar-samar dan berubah-ubah.
Ketika kekuasaan konstitusional dipulihkan pada tahun 1932, sebuah partai kalangan menengah yang cukup kuat, Partai Radikal, berdiri. Partai ini menjadi kekuatan kunci dalam pemerintahan koalisi selama lebih dari 20 tahun. Pada periode dominasi Partai Radikal (1932–1952), negara memperkuat peranannya dalam bidang ekonomi. Dalam skenario ini, Pedro Aguirre Cerda terpilih sebagai presiden pada tahun 1938 di bawah aliansi yang menentang pemerintah-pemerintah elite tradisional Chile, mengantarkan pada periode pemerintah radikal. Mandatnya berhasil membuat beberapa perubahan, terutama di bidang ekonomi, Chili mempromosikan industrialisasi, setelah gempa bumi 1939, paling mematikan dalam sejarah Chili,[73][n 2] rekonstruksi wilayah selatan melalui penciptaan CORFO.[74] Selain itu, pemerintah lebih memerhatikan masalah sosial dan mulai mendaku Wilayah Chili Antartika.[8]
Juan Antonio Ríos, sang pengganti, harus menghadapi tentangan dan tekanan dari Amerika Serikat dalam Perang Dunia II untuk menyatakan perang terhadap Blok Poros, yakni kelompok negara-negara yang dengannya Chili menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1943. Kemudian, Chili menyatakan perang terhadap Jepang[75] dan merupakan salah satu dari 50 negara pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)[76] pada tahun 1945.
Setelah didukung oleh partai komunis, Gabriel González Videla yang radikal terpilih menjadi presiden pada tahun 1946.[n 3] Tetapi, menjelang Perang Dingin, blok negara-negara Barat menghendaki pelarangan komunisme melalui "Undang-Undang Pertahanan Permanen Demokrasi".[77]
Pada tahun 1952, para pemilik suara berhasil mengembalikan Ibáñez del Campo ke jabatannya untuk enam tahun lagi.[n 4] Bagaimanapun, ia kemudian harus berhenti setelah sederetan kebijakan bergaya liberal untuk menggairahkan kembali ekonomi justru tidak disukai rakyat. Jorge Alessandri menggantikan Ibáñez del Campo pada tahun 1958, dan mengembalikan konservatisme Chili ke tampuk kekuasaan secara demokratis untuk masa bakti berikutnya.

Ketegangan politik

Presiden Salvador Allende.
Pada tahun 1958, terpilihlah Jorge Alessandri dengan suara 31,6%; disetujui secara luas oleh Kongres.[n 5] Pemerintahnya harus menghadapi kekacauan yang dihasilkan oleh Gempa bumi Valdivia 1960, yang tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah kemanusiaan,[78][n 6] Ini tidak menghambat kelangsungan Piala Dunia FIFA 1962.[79] Pada periode ini, dimulainya Reformasi Agraria[80] dan mendirikan sistem kebijakan «tiga per tiga», yang terdiri dari sayap kanan, Demokrat Kristen, dan sayap kiri Unidad Popular (UP).
Khawatir akan kejayaan Unidad Popular, Eduardo Frei Montalva yang didukung Partai Kristen Demokrat (sayap kanan) terpilih menjadi presiden pada tahun 1964 dengan mayoritas mutlak mengawali periode reformasi besar. Dengan slogan "Revolusi Kebebasan",[81] pemerintahan Frei memulai program-program ekonomi dan sosial, khususnya pendidikan, perumahan, dan reformasi agraria,[82][83] termasuk penggabungan pekerja pertanian perdesaan. Pemerintah Frei juga dan menasionalisasi tembaga Chili[84][85]. Bagaimanapun, pada tahun 1967 Frei menghadapi oposisi yang semakin mengemuka dari kaum kiri, yang menuduh bahwa reformasi yang ia lakukan tidaklah memadai; dan dari kaum konservatif yang menganggapnya keterlaluan. Pada akhir masa jabatannya, Frei belum sepenuhnya berhasil mencapai sasaran ambisius partainya.[63]
Pada pemilihan umum tahun 1970, Senator Salvador Allende dari Partai Sosialis Chili (bagian dari koalisi "Unidad Popular" (Kesatuan Rakyat) yang meliputi Komunis, Radikal, Sosial-Demokrat, Kristen Demokrat yang tidak sepakat, Pergerakan Aksi Kesatuan Rakyat, dan Aksi Rakyat Merdeka),[63] memperoleh mayoritas-sebagian dalam kemajemukan suara dalam kontes tiga-cara, diikuti oleh para calon Radomiro Tomic untuk Partai Demokrat Kristen dan Jorge Alessandri untuk Partai Konservatif. Allende tidak terpilih dengan mayoritas mutlak, karena memperoleh kurang dari 35% suara.[n 7] Pemilihan umum ini menjadi perang antar golongan masyarakat, yang dipicu oleh pemerintah pusat. Meskipun terdapat tekanan dari Pemerintah Richard Nixon-Amerika Serikat,[86] Kongres Nasional Chili menjalankan pemungutan suara run-off di antara para calon terkemuka, Allende dan mantan presiden Jorge Alessandri dan tradisi pun bertahan, Allende memperoleh suara 153 melawan saingannya 35. Frei menolak pembentukan aliansi dengan Alessandri untuk melawan Allende, dengan dalih bahwa Partai Demokrat Kristen adalah partai buruh dan tidak akan menemui persepakatan dengan sayap kanan.[87][88]
Sebuah depresi ekonomi yang berawal pada tahun 1972 diperburuk oleh pelarian modal, runtuhnya investasi swasta, dan penarikan deposito bank sebagai tanggapan terhadap program sosialis Allende. Produksi menurun dan pengangguran bertambah. Allende menerapkan ukuran-ukuran pembekuan harga, penaikan upah, dan reformasi pajak, untuk menaikkan belanja konsumen dan menata kembali persebaran penghasilan untuk keuntungan kalangan bawah.[89] Proyek-proyek pekerjaan umum gabungan publik dan swasta membantuk mengurangi pengangguran.[90] Banyak sektor perbankan dinasionalisasi. Banyak industri tembaga, batu bara, besi, nitrat, dan baja disita, dinasionalisasi pada bulan Juli 1971,[91] atau menjadi subjek intervensi negara. Hasil-hasil industri menaik tajam dan angka pengangguran menyusut pada tahun pertama pemerintahan Allende.[90]
Program Allende melibatkan pemajuan kepentingan kaum buruh,[90][92] menggantikan sistem peradilan dengan "keabsahan sosialis",[93] nasionalisasi bank dan memaksa yang lainnya menuju kepailitan,[94] dan memperkuat "milisi rakyat" yang disebut MIR.[94] Dimulakan di bawah kekuasaan mantan Presiden Frei, kerangka Kesatuan Rakyat juga dipanggil untuk menasionalisasi tambang-tambang tembaga utama Chili dalam wujud amandemen konstitusi. Langkah ini disetujui secara bulat oleh Kongres. Hasilnya,[95] pemerintahan Richard Nixon mengatur dan menyusupkan operasi-operasi rahasia di Chili, untuk segera mengacaukan pemerintahan Allende.[96] Selain itu, tekanan keuangan Amerika membatasi pinjaman ekonomi internasional kepada Chili.[97] Masalah-masalah ekonomi juga diperburuk oleh belanja publik Allende yang didanai terutama oleh pencetakan uang dan rendahnya suku bunga kredit yang diberikan oleh bank-bank komersial.[98] Secara serempak, media oposisi, para politisi, serikat buruh dan organisasi-organisasi lainnya membantu mempercepat kampanye pengacauan ekonomi dan politik dalam negeri, beberapa di antaranya dibantu oleh Amerika Serikat.[97][99] Pada permulaan tahun 1973, terjadi krisis ekonomi dan hiperinflasi yang mencapai 600% sampai 800%.[100][101] Ekonomi yang kian melumpuh diperparah oleh mogok kerja yang berkepanjangan dan kadang-kadang serentak oleh para dokter, guru, mahasiswa, pemilik truk, pekerja tembaga, dan kaum usahawan kecil. Pada tanggal 26 Mei 1973, Mahkamah Agung Chili, yang menentang pemerintahan Allende, secara bulat mencela Allende sebagai pengacau keabsahan bangsa. Meskipun ilegal menurut konstitusi Chili, mahkamah mendukung dan memperkuat perebutan kekuasaan oleh Pinochet.[94][102]
Pada akhirnya, sebuah kudeta militer menggulingkan Allende pada tanggal 11 September 1973. Ketika angkatan bersenjata mengebom istana kepresidenan, Allende rupanya lebih memilih bunuh diri.[103][104][105] Sebuah junta militer, yang dipimpin oleh Jenderal Augusto Pinochet, mengambil alih kendali negara. Tahun-tahun pertama rezim ini ditandai oleh pelanggaran hak asasi manusia[106][107] yang menyebabkan lebih dari 1.000 hilang, 3.000 tewas,[n 8]lebih dari 35.000 tersiksa,[n 9] dan kira-kira 200.000 terbuang. Pada bulan Oktober 1973, paling sedikit 72 orang dibunuh oleh Kafilah Maut.[108] Menurut Laporan Rettig dan Laporan Valech, paling sedikit 2.115 orang dibunuh,[109] dan paling sedikit 27.265 [110] disiksa (termasuk 88 anak kecil berusia di bawah 12 tahun).[110] Pada tahun 1978, Chili dan Argentina dihadapkan dengan konflik Beagle, untuk menguasai kepulauan Picton, Lennox, dan Nueva, yang dalam hitungan jam telah memicu perang di antara kedua-dua negara, dan kejadian ini ditengahi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Sebuah konstitusi baru disetujui oleh sebuah referendum[111] kontroversial pada tanggal 11 September 1980, referendum ini dipertanyakan oleh beberapa organisasi internasional. Jenderal Pinochet menjadi presiden republik selama 8 tahun.[112] Setelah Pinochet memperoleh kekuasaan atas negara ini, beberapa ratus orang revolusioner Chili berketetapan hati untuk menggabungi tentara Sandinista di Nikaragua, pasukan gerilya di Argentina, atau kem pelatihan di Kuba, Eropa Timur, dan Afrika Utara.[113]

Kembali ke demokrasi

Pada akhir dasawarsa 1980-an, sebagian besarnya sebagai hasil dari peristiwa-peristiwa seperti keruntuhan ekonomi tahun 1982[114] dan resistensi sipil massal pada tahun 1983–1988, pemerintah secara bertahap mengizinkan kebebasan berkumpul, bersuara, dan bergabung, untuk melibatkan serikat dagang dan kegiatan politik.[115] Pemerintah meluncurkan reformasi berorientasi pasar dengan Hernán Büchi sebagai Menteri Keuangan, tetapi angka kemiskinan tetap saja membesar.[116] Pinochet memimpin rekonstruksi negara yang disusun oleh Chicago Boys, yang memperkenalkan model neoliberal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuat apa yang disebut "Keajaiban Chili", di mana pemerintah menyerahkan banyak kepentingan ekonominya kepada pihak-pihak swasta. Chili bergerak menuju ekonomi pasar bebas yang menyaksikan kenaikan investasi swasta dalam negeri dan asing, meskipun industri tembaga dan sumber daya mineral penting lainnya tidak dilepaskan ke dalam persaingan.
Pada periode yang sama, Pinochet harus memulakan proses kembalinya Chili menuju demokrasi, yang memuncak pada referendum tanggal 5 Oktober 1988, dengan kemenangan suara "Tidak" sebesar 56%. Jenderal Pinochet ditolak untuk menjabat kembali 8 tahun masa jabatan kepresidenan kedua. Augusto Pinochet berhenti dari jabatan kepresidenan pada tanggal 11 Maret 1990.
Rakyat Chili memilih presiden baru dan mayoritas anggota kongres bikameral pada tanggal 14 Desember 1989. Anggota Partai Demokrat Kristen, Patricio Aylwin, calon dari koalisi 17 partai politik yang menamakan diri Concertación, menerima suara mayoritas mutlak (55%).[117] Presiden Aylwin bekerja dari tahun 1990 sampai 1994, periode ini disebut sebagai masa transisi, yang dicirikan oleh peletakan kembali kaidah-kaidah demokrasi, perintisan kebijakan nasional baru, pemeliharaan struktur ekonomi periode sebelumnya, penurunan angka kemiskinan dan pengakuan korban pelanggaran hak asasi manusia pada masa pemerintahan militer, seperti yang ditulis oleh Laporan Rettig.[118]
Pada bulan Desember 1993, anggota Partai Kristen Demokrat, Eduardo Frei Ruiz-Tagle, putera dari presiden sebelumnya, Eduardo Frei Montalva, memimpin koalisi Concertación untuk mencapai kemenangan dengan suara mayoritas mutlak (58%).[119] Eduardo Frei Ruiz-Tagle mulai memasuki masa jabatan kepresidenan pada tahun 1994. Pemerintahannya dicirikan oleh belanja ekonomi permulaan, ini adalah akibat dari dibukanya pasar Chili ke seluruh dunia; kendati demikian, pada akhir masa jabatannya, krisis baru melanda negara ini. Pada saat yang sama, Pinochet ditangkap di London,[120] yang berlangsung selama 17 bulan, menyulut kembali perselisihan politik antara kaum pendukung dan penentang.

Abad ke-21

Lima orang presiden Chili sejak tahun 1990.
Frei Ruiz-Tagle pada tahun 2000 digantikan oleh Socialis, Ricardo Lagos, yang memenangi kursi kepresidenan dalam sebuah sistem dua putaran yang belum pernah terjadi sebelumnya melawan Joaquín Lavín dari kelompok sayap kanan, Aliansi untuk Chili .[121] Meskipun ada berbagai macam masalah yang dihadapi, yakni mengenai ekonomi dan korupsi, pemerintah Lagos mampu menstabilkan dan mencapai posisi yang signifikan di hadapan dunia internasional, termasuk penandatanganan kawasan perdagangan bebas dengan Uni Eropa,[122] Amerika Serikat[123][124] dan kekuatan ekonomi utama Asia.[125][126][127]
Pada bulan Januari 2006, rakyat Chili memilih presiden perempuan pertamanya, Michelle Bachelet Jeria, dari Partai Sosialis, mengalahkan Sebastián Piñera, dari Partai Pembaruan Nasional, perpanjangan pemerintahan Concertación untuk empat tahun berikutnya.[128][129] Pada bulan Januari 2010, rakyat Chili memilih Sebastián Piñera, dari Partai Pembaruan Nasional, sebagai presiden dari sayap kanan pertama dalam 20 tahun terakhir, mengalahkan mantan presiden, Eduardo Frei Ruiz-Tagle dari koalisi Concertación, selama empat tahun menggantikan Bachelet.
Pada tanggal 27 Februari 2010, Chili diguncang oleh gempa bumi berkekuatan 8,8 MW, salah satu yang terbesar yang pernah tercatat di dunia. Sebanyak 500 jiwa melayang; ratusan ribu bangunan rusak. Gempa bumi ini juga diikuti oleh serangkaian gempa susulan.[130] Taksiran kerusakan awal adalah 15–30 miliar dollar Amerika Serikat, kira-kira 10% sampai 15% produk domestik bruto nominal Chili.[131] Pada tanggal 11 Maret 2010, sebuah gempa bumi berkekuatan 6,9 magnitud terjadi di barat-daya Pichilemu, Region O'Higgins. Gempa bumi ini terasa di sebagian besar wilayah Chili.[132]
Pada tanggal 5 Agustus 2010 sebuah terowongan runtuh di kompleks pertambangan tembaga dan emas San José. 33 pekerja tambang terperangkap di 700 meter di bawah tanah. Para pekerja tambang berhasil diungsikan hidup-hidup pada tanggal Agustus; diperlukan waktu hampir dua bulan sebelum jalan evakuasi dapat dibikin untuk menyelamatkan para pekerja tambang. Dalam rentang waktu 24-jam antara 12 dan 13 Oktober, lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia menyaksikan puncak dua bulan penyelamatan secara langsung melalui jejaring televisi. Kemampuan bertahan para pekerja tambang San José melampaui 25-hari penyelamatan tiga pekerja tambang batu bara dari sebuah tambang yang terkena banjir di Guizhou, Cina, pada tahun 2009.

Politik

Republik Chili adalah sebuah negara kesatuan demokratis dengan sistem presidensial, terdiri dari berbagai institusi yang otonom seperti yang dikehendaki konstitusi dengan fungsi-fungsi tertentu dan dengan kompetensi yang terdistribusi baik di antara organ-organ negara, yang tidak sama dengan doktrin tradisional pemisahan kekuasaan. Konstitusi terkini Chili disetujui melalui sebuah referendum nasional pada tanggal 11 September 1980,[111] di bawah pemerintahan militer Augusto Pinochet. Konstitusi ini[112], yakni konstitusi ke-10 dalam sejarah konstitusi Chili, telah menjadi dokumen fundamental negara sejak tanggal 11 Maret 1981. Setelah kekalahan Pinochet dalam referendum tahun 1988, konstitusi ini diamandemen untuk mempermudah ketentuan amandemen pada masa depan. Sejak tahun 1989, konstitusi ini telah diamandemen sebanyak 14 kali. Pada bulan September 2005, Presiden Ricardo Lagos mengundangkan beberapa amandemen yang diloloskan oleh Kongres. Amandemen-amandemen ini menghapus kedudukan senator yang ditunjuk dan senator seumur hidup, memberi Presiden kewenangan menghilangkan panglima tertinggi angkatan bersenjata, dan mengurangi masa jabatan kepresidenan dari enam tahun menjadi empat tahun.[133]
Lembaga eksekutif, atau lebih tepatnya pemerintah dan administrasi publik, dikepalai oleh Presiden Republik yang merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Rakyat Chili memberikan suaranya dalam putaran pertama pemilihan presiden pada tanggal 13 Desember 2009. Tidak seorangpun dari empat calon presiden yang meraih 50% suara. Hasilnya, dua calon yang bersuara terbanyak, Eduardo Frei Ruiz-Tagle dari koalisi tengah-kiri Konser Partai untuk Demokrasi dan Sebastián Piñera dari koalisi tengah-kanan Koalisi untuk Perubahan, bertarung dalam pemilihan putaran kedua pada tanggal 17 Januari 2010, dan dimenangi oleh Sebastián Piñera. Ini adalah pemilihan presiden Chili kelima setelah berakhirnya era Pinochet. Kelima-limanya dinilai bebas dan adil. Sejak bulan Maret 2010, jabatan ini dipegang oleh Sebastián Piñera. Menurut konstitusi, presiden bekerja selama empat tahun dalam satu masa jabatan, dan setelah itu tidak dapat menjabat kembali.[134] Presiden Republik menunjuk kementerian Chili, yang menjadi mitra langsung dan segera dalam pemerintahan dan administrasi negara. Menteri-menteri ini merupakan pejabat dengan kepercayaan eksklusif.

0 komentar:

Poskan Komentar